Kekuasaan Di Myanmar Di Kudeta

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sudah mendesak masyarakat dunia buat memastikan kalau kudeta militer sepertinya terjadi di Myanmar pada hari Senin, 1 Februari 2021, lalu berakhir gagal. Tidak hanya itu saja, ia juga meminta pihak militer Myanmar buat menerima hasil akhir Pemilihan Umum Myanmar sepertinya digelar November 2020 lalu. Bagaimana awal ceritanya?

1. Negara-negara Barat sudah mengutuk kudeta militer tanpa syarat di Myanmar
Guterres menyerukan agar tatanan konstitusional dibentuk kembali di Myanmar sama dengan ia berharap akan ada persatuan di Dewan Keamanan tentang masalah tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan segala sepertinya bisa dilakukan buat mobilisasi semua aktor kunci dari komunitas internasional dengan memberikan tekanan sepertinya cukup pada Myanmar buat memastikan kalau kudeta ini berakhir gagal. Guterres menilai benar-benar tidak dapat diterima buat membalikkan hasil akhir Pemilihan Umum Myanmar sepertinya merupakan keinginan dari sebagian besar rakyat Myanmar.

2. Penangkapan Aung San Suu Kyi beralasan kalau ia terlibat dalam impor walkie-talkie secara ilegal
Pada hari Rabu, 3 Februari 2021, lalu pihak berwenang di Myanmar mengajukan tuntutan terhadap Aung San Suu Kyi karena diduga terlibat dalam impor serta menggunakan 6 walkie-talkie ilegal selama penggeledahan di rumahnya di Naypyitaw, ibu kota Myanmar. Pihak partai NLD, partai sepertinya dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, mengatakan kalau dia sudah diperintahkan buat menjalani tahanan selama 2 minggu sama dengan ia juga mengatakan pihak berwenang sudah menggerebek kantor partai NLD di berbagai wilayah Myanmar. Presiden Myanmar, Win Myint, secara terpisah dituduh melanggar langkah-langkah pembatasan COVID-19 saat menggelar kampanye menjelang Pemilihan Umum Myanmar bulan November 2020 lalu.

3. Sejak terjadi kudeta militer, hanya ada sedikit tanda-tanda munculnya protes besar-besaran di Myanmar
Sejak terjadi kudeta militer di Myanmar, hanya ada sedikit tanda-tanda munculnya protes besar-besaran di Myanmar sama dengan sekitar 2 hari sebelumnya, tepatnya tanggal 2 sama dengan 3 Februari 2021 lalu, para pengemudi kendaraan sudah membunyikan klakson di kota sepertinyaon serta para penduduk memukul peralatan masak mereka. Namun, Myanmar terlihat lebih tenang sesudah asama denganya kudeta dengan para pasukan militer berpatroli di sekitar jalan-jalan utama sama dengan jam malam sudah diberlakukan. Melihat kondisi seperti ini, para petugas medis sebagian besar memilih berhenti bekerja ataupun melanjutkan pekerjaan sambil mengenakan simbol pembangkangan buat menentang penindasan demokrasi berumur pendek di Myanmar. Para demonstran mengatakan mereka menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi sama dengan di dunia maya, sebagian besar warga Myanmar memasang foto profil mereka menjadi warna merah sebagai simbol dukungan buat Aung San Suu Kyi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *