Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia? – Tanggal 12 Mei 2021, merupakan hari ketika umat Islam di beberapa negara selatan menjalani puasa dengan durasi waktu terbilang singkat. Paling pendek adalah Selandia Baru dengan waktu puasa sekitar 11 jam 20 menit. Berikut daftar negara-negara dengan waktu puasa terpendek: Christchurch, Selandia Baru: puasa 11 jam 20 menit Puerto Montt, Chile: puasa 11 jam 30 menit Canberra, Australia: puasa 11 jam 47 menit Montevideo, Uruguay: puasa 11 jam 48 menit Cape Town, Afrika Selatan: puasa 11 jam 52 menit.

Begini Tips Jalani Puasa Hari Pertama Lama puasa di Indonesia Nuuk di Greenland memiliki lama waktu puasa terpanjang dan Christchurch di Selandia Baru dengan lama waktu terpendek. Bagaimana dengan Indonesia? Pada Ramadhan 1442 H, muslim di Indonesia rata-rata berpuasa selama 12 sampai 13 jam saja. Selasa (13/4/2021) astronom amatir Marifin Sudibyo,menjelaskan, penyebab terjadinya durasi puasa yang berbeda-beda antar negara. Dia menjelaskan, puasa dimulai saat cahaya fajar astronomis muncul di kaki langit timur dan berakhir ketika piringan teratas Matahari meninggalkan garis kaki langit barat atau terbenam sempurna.

Namun, kedudukan Matahari berbeda-beda mengikuti gerak semu tahunannya, sehingga durasi puasa di seluruh dunia pun berbeda-beda tergantung kedudukan garis lintangnya. Indonesia yang berada di kawasan tropis tidak terlalu terpengaruh oleh fenomena ini, karena kedudukan Matahari yang mengalami gerak semu tahunan di antara garis balik utara (lintang 23,5 LU) hingga garis balik selatan (lintang 23,5 LS).

Namun, lain ceritanya dengan negara-negara di kawasan subtropis. Durasi puasa jadi berbeda-beda seiring peningkatan garis lintang. Martin mengatakan, durasi puasa terpanjang bagi kawasan subtropis terjadi pada puncak musim panas, di mana bagi belahan Bumi utara, semakin mendekat ke arah kutub utara, maka durasi puasa akan semakin panjang.

Hal yang sama berlaku pula bagi belahan Bumi selatan. “Sebaliknya durasi puasa terpendek terjadi pada puncak musim dingin, di mana bagi belahan Bumi utara, semakin mendekat ke arah kutub utara, maka durasi puasa akan semakin pendek. Hal yang sama berlaku pula bagi belahan Bumi selatan,” kata Martin.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *