5 Hal yang Perlu Diketahui soal Flu Burung H10N3

5 Hal yang Perlu Diketahui soal Flu Burung H10N3 – Flu burung H10N3 dilaporkan telah menginfeksi seorang pria berusia 41 tahun di China. Kasus ini merupakan kasus pertama infeksi H10N3 pada manusia. Menurut informasi dari rumah sakit, pria tersebut didiagnosis terinfeksi flu burung H10N3 pada 28 Mei 2021. Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana pria itu terinfeksi virus. Kondisi kesehatan pria itu sudah stabil dan siap keluar rumah sakit. Apa saja yang perlu kita ketahui soal H10N3?

1. Apa itu H10N3? Diberitakan Kompas.com, Selasa (1/6/2021), H10N3 merupakan jenis virus patogenik rendah pada unggas dan memiliki risiko penyebaran rendah dalam skala yang besar. Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyebutkan, belum pernah ada kasus manusia terinfeksi H10N3 yang pernah dilaporkan secara global. Varian H10N3 ini berbeda dengan H7N9, yang sudah menewaskan sekitar 300 orang selama 2016-2017. Virus H7N9 adalah subtipe virus influenza yang telah terdeteksi pada burung.

2. Termasuk virus langka Koordinator Laboratorium Regional Pusat Darurat Penyakit Hewan Lintas Batas Organisasi Pangan dan Pertanian di Kantor Regional untuk Asia dan Pasifik, Filip Claes, mengatakan, strain H10N3 bukan virus yang sangat umum. Menurut dia, hanya sekitar 160 isolat virus yang dilaporkan hingga 2018. Sebagian besar isolat virus ada pada burung liar atau unggas air di Asia dan beberapa bagian terbatas Amerika Utara. “Dan sejauh ini tidak ada yang terdeteksi pada ayam,” ujar Claes.

3. Gejala yang terjadi ketika terinfeksi virus H10N3 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah mengindentifikasi gejala apa saja yang muncul ketika seseorang terjangkit virus avian influenza A. Gejala-gejalanya antara lain: Penyakit influenza, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri otot Mual Sakit perut Diare Muntah Penyakit pernapasan yang parah, seperti sesak napas, kesulitan bernapas, penumonia, ganggaun pernapasan akut, pneumonia virus, dan gagal pernapasan.

Perubahan neurologis, seperti perubahan status mental dan kejang Gangguan sistem organ lain Meski demikian, untuk menentukan diagnosis dari avian influenza infeksi virus pada manusia, perlu ada pemeriksaan laboratorium. Caranya, dengan mengambil swab dari saluran pernapasan bagian atas (hidung atau tenggorokan) orang yang sakit.

4. Penularan virus Menurut CDC AS, H10N3 dapat menginfeksi unggas domestik serta spesies burung dan hewan lainnya. Yang perlu diperhatikan, virus ini biasanya tidak menginfeksi manusia, tetapi CDC menyebutkan, infeksi silang memang bisa terjadi.

Cara penularan yang mungkin terjadi, burung yang terinfeksi mengeluarkan virus flu burung melalui air liur, lendir, dan kotoran mereka. Kemudian, manusia dapat terinfeksi ketika cukup banyak virus yang masuk ke mata, hidung, atau mulut, bisa juga dengan terhirup dari tetesan atau debu yang terinfeksi.

5. Pencegahan dan pengobatan CDC juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindari sumber virus. Cara ini dinilai sebagai langkah terbaik untuk mencegah infeksi flu burung A. Sementara, mereka yang pernah kontak dengan unggas yang terinfeksi dapat diberi obat antivirus influenza untuk pencegahan.

Saat digunakan untuk mencegah influenza musiman, obat antivirus dinilai efektif 70 persen sampai 90 persen. Sejauh ini, CDC merekomendasikan inhibitor neuraminidase untuk pengobatan infeksi manusia dengan virus flu burung A.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *