Analisa Kegagalan Game Marvel Avengers Saat GOTG Sukses Keras!

Analisa Kegagalan Game Marvel Avengers Saat GOTG Sukses Keras! – Siapa disini yang tidak mengenal Avengers? Sebuah grup superhero yang berulang kali menyelamatkan dunia ini sudah menjadi raksasa di bidang entertainment yang sering kali mencetak kesuksesan lewat film dan cerita yang menggugah. Ketika pertama kali game Avengers diumumkan, tentu jagad entertainment langsung geger karena betapa ambisiusnya trailer yang diberikan.

Namun betapa kecewanya para gamer ketika Avengers dirilis. Apa yang terjadi? Apa yang salah? Mengapa Marvel’s Guardian of Galaxy jauh lebih sukses dibanding saudaranya? Bahkan petinggi Square Enix harus mengakui kegagalan ini. Simak mengenai alasan-alasan kegagalan Marvel’s Avenger!

Bagaimana rasanya jika kita telah membeli sebuah game AAA dengan harga yang tidak murah, namun hanya mendapat sebuah game yang belum matang? Sama seperti Cyberpunk 2077, Marvel’s Avenger juga dipenuhi oleh bug-bug yang membuat game ini hampir tidak bisa dimainkan. Mulai dari misi yang tidak bisa dijalankan, game crashes saat membuka Weekly Mission hingga bug yang membuat pemain tidak bisa menggunakan Skill Point untuk mengupgrade karakter. Walau pihak developer sudah sigap dalam memperbaiki bug yang ada, luka dan kekecewaan pemain tidak bisa disembuhkan karena impresi awal yang diberikan, yaitu permainan ini cacat.

Apa jadinya kalau karakter yang kita cintai dan percaya akan bisa menaklukan dunia tiba-tiba dibunuh dan peran tersebut di pindah ke karakter lain yang dirasa memaksakan agenda politik? Ya, inilah yang terjadi kepada Marvel’s Avenger, dimana karakter utama yang menjadi pahlawan sekaligus karakter favorit penikmat komik Marvel, Steve Rogers atau Captain America dibunuh pada bagian prolog, dan peran karakter utama dipindahkan kepada karakter yang tidak familiar dengan penggemar. Pemain pastinya akan lebih menerima apabila karakter utama dipindah kepada Tony Stark/Iron-Man, karena dia merupakan salah satu figur penting di Avengers.

Namun game justru memindahkan peran karakter utama kepada karakter bernama Ms. Marvel, yang saat itu diperkenalkan sebagai wanita kuat, minoritas dan beragama Muslim. Keputusan ini sontak membuat para pemain merasa adanya agenda politik untuk membuat permainan lebih beragam.
Saat pertama kali diumumkan, Marvel Avengers memang harus berhadapan dengan proyek Marvel besar lainnya, yaitu Spider-Man yang dikembangkan oleh Insomniac Games, sebuah game yang berhasil mengambil hati para penggemar Spider-Man dengan cerita, gameplay maupun kebebasan beraktivitasnya.

Namun yang sangat disayangkan adalah kurangnya informasi maupun tampak gameplay yang ada dari Marvel Avengers. Tidak ada yang tahu apakah trailer yang diberikan saat diumumkan merupakan gameplay asli ataupun hanya rekaman. Meskipun begitu, tim marketing Square Enix tetap menjalankan rencana marketingnya seperti mengumumkan bonus pre-order, mengumumkan kerjasama dengan funko pop dan sebagainya.Tentunya kurangnya detil game dan kencangnya usaha marketing menjadi suatu formula yang menghasilkan satu kesimpulan: game tersebut sebenarnya belum siap untuk dipasarkan, dan tim marketing justru lebih besar dibanding tim pengembang.

Apabila sebuah cerita memiliki prekuel maupun sekuel, pastinya cerita utama tersebut merupakan cerita yang sukses keras, seperti Lords of The Ring dengan Silmarillion, Witcher dan sebagainya. Terpaku dengan formula ini, Marvel Avenger merilis 3 cerita prekuel untuk memberikan hype dan membuat para penggemar mengantisipasi sebuah cerita epik khas Marvel Avengers. Namun sayang, cerita yang diberikan tidak mampu menahan beratnya antisipasi penggemar.

Published
Categorized as games

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *