Pelajaran Laga Atalanta vs AC Milan: Rossoneri Akhirnya Kembali ke Liga Champions!

Pelajaran Laga Atalanta vs AC Milan: Rossoneri Akhirnya Kembali ke Liga Champions! – Raksasa Serie A AC Milan berhasil mengalahkan Atalanta di pekan ke-38 Serie A 2020-21 dan ini membuahkan hasil yang sangat dinantikan Rossoneri selama bertahun-tahun. Milan berkunjung ke markas Atalanta pada Senin (24/05/2021) dini hari WIB di Geweiss Stadium. Tiga poin menjadi harga mati bagi Rossoneri. Sebab hasil itu akan membawa mereka mengamankan tempat di Liga Champions. Hasil itu tampak sulit diraih, apalagi karena di pertemuan sebelumnya, Milan kalah dari Atalanta di San SIro.

Milan memang mengalami kesulitan. Mereka berusaha melakukan pressing akan tetapi Atalanta tetap bisa mendominasi penguasaan bola. Namun La Dea juga kesulitan untuk bisa menembus pertahanan Rossoneri. Milan akhirnya malah bisa mencetak dua gol dan dua-duanya dari titik penalti. Satu di akhir babak pertama dan satunya di akhir babak kedua. Semuanya dicetak oleh Franck Kessie. Atalanta akhirnya kalah 0-2 dari AC Milan. Dari pertandingan ini, pelajaran apa yang bisa dipetik? Simak ulasannya berikut ini.

Milan Samai Rekor Tandang Madrid dan City
AC Milan musim ini sempat tampil bagus. Namun performa pasukan Stefano Pioli itu juga sempat jeblok. Akan tetapi tidak demikian saat mereka tampil di pertandingan kunjungan. Penampilan Rossoneri relatif bagus dan mereka sangat jarang terpeleset. Salah satunya tentu saja saat melawan Atalanta.

Kemenangan di markas La Dea ini adalah yang ke-16 kalinya yang mereka dapatkan di pertandingan kunjungan musim ini.Total dari 19 pertandingan kunjungan, Milan cuma kalah dua kali dan imbang sekali. Jumlah 16 kemenangan itu ternyata menyamai rekor yang pernah dicatatkan oleh Real Madrid pada musim 2011/12 dan Manchester City 2017/18 lalu.

Penantian Panjang itu Berakhir
AC Milan adalah salah satu tim terbaik di pentas Eropa. Mereka punya banyak sejarah di sini. Milan adalah kolektor gelar terbanyak kedua di Liga Champions setelah Real Madrid dengan raihan tujuh gelar. UCL bisa dikatakan adalah rumahnya Rossoneri. Namun tragisnya Milan sudah tidak berkompetisi di UCL sejak tahun 2014.

Ini terjadi setelah Rossoneri mengalami krisis keuangan. Sejak saat itu Milan terus berusaha masuk kembali ke UCL. Usaha mereka tidak membuahkan hasil meski sempat berganti pemilik. Baru setelah tujuh tahun akhirnya Rossoneri bisa mengakhiri penantian tersebut. Berkat kemenangan lawan Atalanta ini, Rossoneri sukses mengunci posisi runner-up di Serie A. Musim depan, setelah tujuh tahun, Milan akhirnya bakal kembali ke rumahnya alias habitatnya.

Kessie Ikuti Jejak Ibrahimovic
Franck Kessie adalah Man of the Match di pertandingan ini. Dia merupakan penyeimbang permainan AC Milan. Namun dia juga yang menentukan kemenangan Milan atas Atalanta. Ini berkat dua golnya ke gawang La Dea. Keduanya memang dari titik penalti. Akan tetapi Kessie mampu mengeksekusinya dengan tenang. Ini jelas tak mudah, mengingat tekanannya begitu besar.

Sementara itu dengan dua tambahan gol tersebut, Kessie kini berhasil mencetak dua digit gol dari titik putih di pentas Serie A. Dia pun mengikuti jejak Zlatan Ibrahimovic pada musim 2011-12 silam. Selain itu Kessie juga mengikuti jejak playmaker legendari Milan, Kaka. Dia jadi pemain pertama yang bisa mencetak brace dari titik putih sejak tahun 2009 silam. Saat itu Kaka melakukannya lawan Palermo.

Lini Belakang yang Makin Oke
AC Milan tampil naik turun pada musim ini. Penampilan mereka solid di paruh pertama. Namun setelah pertengahan musim, Rossoneri mulai tidak stabil. Mereka sempat menelan beberapa kekalahan. Dua di antaranya lawan Sassuolo (1-2) dan Lazio (3-0). Namun setelah dua kekalahan tersebut, penampilan Rossoneri membaik, khususnya di garis belakang.

Dalam lima pertandingan terakhirnya Milan tidak pernah kebobolan sama sekali, termasuk saat melawan Atalanta. Sepertinya AC Milan sudah menemukan racikan yang tepat di garis belakang. Duo Simon Kjaer dan Fikayo Tomori makin paten di belakang dan mereka dicover oleh dua gelandang yakni Ismael Bennacer dan Franck Kessie. Hal ini akan jadi modal besar bagi Rossoneri untuk mengarungi kompetisi musim depan termasuk di Liga Champions.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *