Cegah Varian Delta Menyebar di Indonesia

Cegah Varian Delta Menyebar di Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilanda kekhawatiran. Penyebabnya, gelombang baru Covid-19 melanda Ibu Kota. Lonjakan kasus tidak terkira. Anies tidak ingin situasi berubah menjadi genting. Peningkatan kasus di Ibu Kota mulai terlihat sejak 6 Juni 2021. Dalam sepekan, kasus positif melonjak hingga 50 persen. Kenaikan juga terlihat dalam persentase positivity rate.

Mantan Mendikbud ini berharap semua pihak termasuk masyarakat memandang kondisi dengan serius. Sebab, jika masih menganggap sebagai masalah ringan, ancaman ada di depan mata. “Bila kondisi sekarang tidak terkendali kita akan masuk fase genting. Bila fase genting itu terjadi kita harus ambil langkah drastis seperti September dan Februari lalu,” tegas Anies.

Kekhawatiran Anies beralasan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui angka kasus positif melonjak tajam di beberapa daerah. Adapun daerah dengan kasus positif cukup tinggi adalah Bangkalan dan Kudus. Peningkatan dicurigai Akibat libur Lebaran beberapa waktu lalu. “Kita tahu Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Madura banyak pekerja migran yang pulang dari negara tetangga,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi Gunadi Sadikin menambahkan kasus Covid-19 di sejumlah daerah karena kemunculan varian baru virus Corona. Varian yang dimaksud adalah Delta. Varian ini pula menjadi cikal bakal meledaknya kasus positif Covid-19 di India. Angka meninggal dunia di India akibat varian Delta cukup tinggi bahkan dibandingkan dengan banyak negara. Data Kamis 6 Juni 2021 lalu menunjukkan ada 6.148 kematian dalam sehari akibat Covid-19.

Dijelaskannya, varian ini memiliki karakteristik menular lebih cepat tetapi tidak lebih mematikan. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menambahkan, jika seseorang terpapar varian Covid-19 Delta memiliki risiko masuk rumah sakit dua kali lipat daripada terjangkit varian B117 Alfa asal Inggris.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi ini juga membenarkan karakteristik varian Delta lebih cepat menular. Hal itu dipengaruhi oleh mutasi dimiliki varian Delta. Berdasarkan hasil studi, gejala yang muncul pada orang yang terjangkit varian Covid-19 Delta berbeda dengan virus awal. Gejala Covid-19 semula berupa demam, batuk dan kehilangan penciuman. Sedangkan gejala jika terpapar varian Covid-19 Delta adalah sakit kepala, tenggorokan dan pilek.

Dicky menambahkan, saatnya semua pihak baik dari pemerintah pusat maupun daerah juga masyarakat bekerja sama menekan sebaran virus ini. Langkah pertama yang bisa dilakukan dengan melakukan melakukan tata kelola penanganan pandemi dengan baik. “Di-lead sama menteri kesehatan. Saya sudah usulkan ketua satgas covid harusnya menkes karena dia yang punya sistem kesehatan. Kalau tidak, nanti kalau ada pandemi lebih parah kita tidak punya sistem yang kuat, bahaya banget,” katanya.

Pemerintah juga diminta menyampaikan kondisi yang sebenarnya terkait Covid-19 di Tanah Air. Dalam kondisi seperti saat ini, narasi yang dibangun pemerintah harus diperbaiki, tidak ada lagi aroma glorifikasi, positifisme. Lebih baik, katanya, menyampaikan data apa adanya dan transparan apalagi bertujuan untuk pencitraan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *