8 Gejala dan Ciri Terinfeksi Covid-19

8 Gejala dan Ciri Terinfeksi Covid-19 – Kasus baru infeksi virus corona masih terus dilaporkan di Indonesia. Meskipun beberapa orang yang terpapar tidak menunjukkan gejala tertentu, virus penyebab pandemi ini dapat menimbulkan gejala pada orang yang terinfeksi. Gejala yang ditimbulkan pun juga beragam, dengan biasanya muncul pada periode masa inkubasi atau sekitar 2-14 hari. Terdapat beberapa ciri yang dapat dijadikan tanda seseorang terinfeksi virus, yang secara umum meliputi demam, batuk, mual, sesak napas, kelelahan, hingga hilangnya kemampuan indra pembau dan pengecap. Apa saja ciri-ciri terinfeksi virus corona? Simak 8 Langkah Meningkatkan Imunitas Tubuh

1. Demam dan menggigil – Demam biasanya muncul pada orang yang terinfeksi Covid-19, dengan suhu lebih dari 37,7 derajat celcius. Paling umum, suhu tubuh naik pada sore hari menjelang petang, karena ini merupakan cara virus menghasilkan demam. Sementara itu, orang yang terpapar virus corona akan menggigil, tubuh terasa sakit, serta demam tinggi saat malam hari. Kendati begitu, tidak semua orang dengan Covid-19 mengalami reaksi yang parah. Ada pula orang yang terinfeksi corona mengalami kedinginan seperti flu ringan, sendi dan otot pegal-pegal.

2. Sesak napas – Sesak napas biasanya muncul sebagai tanda penyakit mencapai tahapan serius. Gejala ini dapat muncul tanpa diiringi dengan batuk. Jika merasa kondisi dada seperti diikat atau mulai merasa kesulitan bernapas, maka dapat segera menghubungi penyedia layanan kesehatan.

3. Batuk kering – Batuk para seorang yang terpapar corona akan sangat mengganggu, terasa seolah berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada. Batuk yang terjadi merupakan batuk kering, yang tidak mengeluarkan lendir atau dahak dari saluran pernapasan. Tidak semua batuk kering menjadi tanda seseorang terinfeksi Covid-19. Namun, batuk yang dialami disertai gejala lainnya yang dapat mengindikasikan seseorang terinfeksi corona. Mayoritas orang dengan Covid-19 mengalami batuk kering satu hari setelah sakit, dengan batuk berlangsung selama kurang lebih 19 hari. Sebagai informasi, batuk masih dapat terjadi setelah pemulihan awal dari Covid-19. Batuk dan sakit tenggorokan lebih sering terjadi pada orang yang terpapar virus Covid-19 varian Inggris, B.1.17.

4. Kehilangan bau atau rasa Anosmia atau kehilangan kemampuan indra pembau dan pengecap juga menjadi tanda seseorang terpapar Covid-19. Hilangnya bau dan rasa mengakibatkan pasien kurang nafsu makan. Anosmia kemungkinan masih dirasakan pada seseorang yang telah sembuh selama beberapa bulan atau gejala long covid.

5. Mulut kering dan sariawan – Sebuah laporan dari National Institute of Health menunjukkan setengah dari pasien virus corona menderita gejala mulut kering atau Xerostomia. Gejala terjadi akibat kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur yang bisa menjaga mulut tetap basah. Tanda lain yang masih ada di area mulut yaitu lecet atau sariawan, yang terjadi di bagian selaput lendir rongga mulut. Berdasarkan penelitian, semua terjadi saat virus menyerang lapisan dan serat-serat otot di mulut. Gejala lain yang semakin banyak ditemukan pada penderita Covid-19 yakni permukaan lidah nampak putih dan tidak rata, yang dapat menyebabkan perubahan sensasi lidah dan nyeri otot saat mengunyah. Orang dengan gejala lidah putih biasanya akan mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah.

6. Gangguan pendengaran – Gejala ini paling banyak dilaporkan oleh orang yang terinfeksi corona varian Delta. Seperti disebutkan, varian yang pertama kali teridentifikasi di India ini sangat menular, meski gejalanya mirip virus asal. Varian Delta dapat membuat gejala-gejala menjadi lebih parah, dengan gejala umum yang ditimbulkan seperti sakit perut, hilangnya selera makan, muntah, nyeri sendi, mual, dan gangguan pendengaran. Adapun gejala yang paling banyak dilaporkan terkait varian Delta selain gangguan pendengaran yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

7. Kelelahan – Kelelahan ekstrem dapat menjadi tanda seseorang terpapar corona. Ini menjadi pertanda imun merespons adanya infeksi, sehingga tubuh terasa lelah. Namun, lelah akibat Covid-19 biasanya disertai gejala lain seperti nyeri otot dan sakit tenggorokan. Rasa lelah yang ditimbulkan oleh infeksi corona dapat berlanjut lama setelah virus hilang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang telah pulih mengaku masih merasa kelelahan dan kekurangan energi setelah masa pemulihan beberapa minggu.

8. Indra penglihatan Diperkirakan, sekitar satu hingga tiga persen orang yang terjangkit Covid-19 juga mengalami gejala lain terkait infeksi mata. Tanda virus corona telah mempengaruhi organ mata antara lain:
a. Konjungtivitis Konjungtivitis atau mata merah menyebabkan mata berair, bengkak, dan seringkali terasa gatal. Ini dapat menjadi tanda bahwa virus telah menginfeksi jaringan penting di mata, yang dikenal sebagai konjungtiva.
b. Sensitif terhadap cahaya Gejala dapat terjadi jika cahaya di lingkungan terlalu terang dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien. Akhirnya, kondisi ini bisa mengurangi atau membuat seseorang mengalami gangguan penglihatan. Sensitivitas mendadak juga dapat terjadi jika ada peradangan akut pada mata, dengan gejala bisa disertai sakit kepala dan nyeri yang berdenyut-denyut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *