Jangan Sebar Sertifikat Vaksin Covid-19 ke Media Sosial

Jangan Sebar Sertifikat Vaksin Covid-19 ke Media Sosial – Sertifikat vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat bagi pelaku perjalanan jarak jauh dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Aturan PPKM darurat ini diterapkan di Pulau Jawa dan Bali selama dua pekan mulai 3-20 Juli 2021.

Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi nantinya akan mendapatkan sertifikat secara tertulis maupun yang dikirimkan melalui SMS. Sertifikat tersebut dapat dicetak menjadi kartu vaksin Covid-19 melalui link SMS 1199 atau dari aplikasi peduli lindungi dan laman pedulilindungi.id. Meskipun dapat diunduh dan menjadi syarat perjalanan selama PPKM darurat.

Masyarakat sebaiknya tidak mengunggah sertifikat vaksin Covid-19 ini ke media sosial (medsos). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk melindungi data pribadi terutama sertifikat vaksinasi tersebut. “Para penerima vaksin Covid-19 yang sudah mendapat sertifikat bukti telah divaksin agar tidak mengunggahnya ke media sosial ataupun juga mengedarkannya,” kata WIku.

Wiku mengatakan sertifikat bukti vaksinasi didalamnya terdapat QR code yang dapat dipindai dan berisi data diri. Oleh karena itu, dia meminta Masyarakat yang sudah divaksin dan menerima sertifikat vaksin Covid-19 diminta untuk bijak dalam menjaga data diri agar tidak terjadinya penyalahgunaan. “Gunakan sertifikat tersebut sesuai dengan kebutuhannya karena tersebarnya data pribadi dapat membawa risiko bagi kita,” kata Wiku.

Adapun menurut Wiku, hingga 20 Maret 2021, masyarakat yang sudah menerima vaksinasi mencapai 5 juta jiwa. Dia berharap angka ini terus meningkat dengan cepat. Wiku memastikan bahwa vaksin virus corona yang diberikan ke masyarakat aman, berkhasiat, dan minim efek samping. Pembuatan Vaksin, Bukan Kandungan Langsung Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak ragu mengikuti vaksinasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam program vaksinasi ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” kata Wiku. Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Pada tahap pertama, vaksinasi diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan. Saat ini, vaksinasi sudah menginjak tahap kedua yang menyasar pada petugas pelayan publik dan lansia. Ditargetkan vaksinasi dapat menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *