Virus Joker Sedot Rekening dan Data Pengguna Android, Waspadai aplikasi ini!

Virus Joker Sedot Rekening dan Data Pengguna Android, Waspadai aplikasi ini! – Baru-baru ini, Periset dari Quick Heal Security Labs menemukan setidaknya ada delapan aplikasi yang ada di Google Play Store disusupi virus Joker. Padahal selama ini Google Play Store dikenal dengan penyaringan keamanannya yang ketat untuk setiap aplikasi yang diunggah di sana. Virus Joker ini disebut-sebut lihai dalam menemukan celah keamanan guna menyelinap ke Play Store setiap beberapa bulan sekali dengan mengubah kode, metode eksekusi atau dengan teknik payload-retrieving.

Tim Peneliti Quick Heal Security Labs menjelaskan bahwa Joker adalah spyware trojan yang mencuri data dari perangkat korban seperti SMS, daftar kontak dan info perangkat. Joker secara diam-diam akan membuat korban berlangganan layanan premium berbayar tanpa sepengetahuan korbannya. Setidaknya ada 8 aplikasi yang disorot oleh Quick Heal karena mengandung virus Joker. Aplikasi tersebut telah dihapus dari Google Play Store saat ini, namun sejumlah pengguna mungkin masih menyimpan di perangkatnya. Bagi pengguna yang masih menyimpan aplikasi tersebut sebaiknya lekas menghapus aplikasi tersebut.

Adapun aplikasi-aplikasi tersebut yakni: Auxiliary Message Fast Magic SMS Free CamScanner Super Message Element Scanner Go Messages Travel Wallpapers Super SMS. Malware Joker pertama dideteksi oleh Aleksejs Kuprins yang merupakan peneliti keamanan di CSIS Security Group pada tahun 2019. Menurut Kuprins, virus Joker memiliki cara kerja sebagai komponen latar belakang aplikasi yang secara diam-diam akan melakukan klik iklan dalam aplikasi dan akan melakukan hal yang sama untuk proses pendaftaran saat berada di situs.

Malware ini selanjutnya akan mengakses SMS korbannya, menyalin kode otorisasi yang telah dikirim guna memverifikasi pembayaran berlangganan. Sehingga, nantinya seseorang akan berlangganan layanan premium dan harus kehilangan sejumlah uang untuk membayar layanan tersebut. Malware Joker ini menargetkan 37 negara termasuk AS, Inggris, Australia, Uni Eropa dan beberapa negara Asia seperti China. Bagi pengguna yang saat ini masih menyimpan dapat segera menghapus aplikasi dari smartphone. Adapun caranya: Buka menu pengaturan (setting) Pilih menu Aplikasi (App) Pilih aplikasi yang hendak dihapus Kemudian pilih opsi Copot Pemasangan (Uninstall)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *